The ISO 26000 Standard Guides
Di negara maju, harapan sosial masyarakat termasuk berbagai isu sosial seperti DEI (diversity, equity and inclusion), ESG (environmental, social and corporate governance), CSR (corporate social responsibility), sustainability (keberlanjutan) and LGBT (lesbian, gay, bisexual, transgender, intersex, asexual and other sexually or gender diverse) semakin mendapat perhatian pengusaha terutama perusahaan yang sudah masuk dalam daftar 500 Fortune. Organisasi perlu memperhatikan isu-isu sosial dan merencanakan kebijakan yang sesuai karena isu sosial ini dapat menjadi masalah jika tidak ditangani dengan baik.
Organisasi internasional untuk standardisasi (ISO) mengarahkan isu sosial ISO 26000 standard internasional
- Standard management kualitas untuk membantu meningkatkan efisiensi dan mengurangi kesalahan produksi.
- Standard management lingkungan untuk membantu mengurangi dampak kerusakan terhadap lingkungan hidup, menurunkan limbah dan lebih berkelanjutan
- Standard kesehatan dan keamanan untuk mengurangi kecelakaan kerja.
- Standard management energi untuk mengurangi penggunaan energi.
- Standard keamanan makanan untuk membantu mencegah kontaminasi makanan
- Standard IT untuk membantu menjaga keamanan informasi yang sensitif.
Isu sosial apa yang perlu diketahui dan dipahami oleh para praktisi PR dan komunikasi terutama mereka yang berkarya di perusahaan TBK yang diharapkan melaksanakan sepenuhnya ISO 26000 ini.
- Organizational governance
Dalam berbagai keputusannya, perlu diambil dengan mempertimbangkan harapan masyarakat. Transparent, beretika, dan stakeholder menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam proses pengambilan keputusan. - Human rights
Setiap orang berhak untuk mendapatkan perlakuan yang adil dan penghapusan diskriminasi, penyiksaan dan eksploitasi.
Isu yang terkait mengatasi resiko dari hak asasi manusia dalam menghindari keterlibatan, menyelesaikan keluhan, diskriminasi dan kelompok rentan. Hak sipil dan politik. Hak ekonomi sosial dan budaya serta prinsip-prinsip dan hak-hak dasar di tempat kerja. - Labour practices
Mereka yang bekerja di dalam organisasi bukanlah komoditas. Tujuannya adalah untuk menyampaikan persaingan yang tidak sehat, yang berdasarkan eksploitasi dan penyalahgunaan.
Isu yang terkait:
– Perkerjaan dan hubungan kerja.
– Hubungan kerja dan proteksi sosial
– Komunikasi dua-arah (dilog)
– Kesehatan dan keamanan kerja
– Pengembangan SDM dan pelatihan di tempat kerja - The Environment
Dalam kaitan dengan standard lingkungan, organisasi berkewajiban untuk menurunkan dan mengurangi volume kerja yang tidak berkelanjutan dan pola produksi dan konsumsi untuk memastikan bahwa sumber atau bahan baku cukup efisien untuk konsumsi per orang dan bersifat berkelanjutan.
Pencegahan polusi, penggunaan sumber daya secara berkelanjutan, mitigasi – pencegahan perubahan iklim dan adaptasinya. Perlindungan terhadap lingkungan, keanekaragaman hayati, dan pemulihan habitat alami. - Fair operating practices
Di tingkat operasional, membentuk sistim kompetisi yang adil, mencegah korupsi, mendorong terjadinya praktek bisnis yang sehat untuk membantu membentuk sistim sosial yang berkelanjutan.
Isu seputar operasional, gerakan anti korupsi, keterlibatan dalam politik yang bertanggungjawab, persaingan yang adil, mempromosikan tanggung jawab sosial dan rantai pasok. Menghargai hal property. - Consumer issues
Mempromosikan ekonomi yang adil, berkelanjutan dan berlaku untuk semua orang. Mengembangkan kesehatan konsumen, keamanan secara merata dan akses terhadap tanggung jawab sosial.
Pemasaran yang adil, informasi yang faktual dan tidak memihak dalam praktek kontrak yang adil dalam melindungi kesehatan dan konsumen yang berkelanjutan.
Isu pelayanan konsumen, penanganan konflik, perlindungan data konsumen dan akses pribadi terhadap jasa yang penting dalam bidang pendidikan dan kesadaran nya. - Community involvement and development
Keterlibatan dalam komunitas dan pengembangan.
Organisasi perlu terlibat dalam isu komunitas ini dengan menciptakan struktur kerja sosial yang berkelanjutan dimana tingkat pendidikan dan kesejahteraan meningkat.
Dalam proses keterlibatan komunitas, perlu diperhatikan faktor pendidikan dan latar belakang budaya yang menjadi dasar untuk penciptaan kerja dan pengembangan sumber daya manusianya. Pengembangan tehnologi dan akses terhadap informasi yang berakhir pada kesejahteraan dan investasi sosial dalam bidang kesehatan.
Beberapa isu penting seperti yang disebutkan di atas sudah sangat terkenal di Indonesia. Dari satu penelitian yang dilakukan oleh PwC Global Investor Survey 2023, diperoleh data bahwa sebanyak 94% respondent investor dalam penelitian menyatakan bahwa klaim yang disampaikan oleh perusahaan yang melaporkan pelaksanaan bisnis yang berkelanjutan, belum dilengkapi dengan data-data pendukung yang dapat meyakinkan bahwa isu sosial itu benar-benar dilaksanakan sebagai strategi bisnis yang berkelanjutan.
75% dari investor menyatakan bahwa berkelanjutan sangat penting dalam menentukan keputusan investasi, sementara itu sebanyak 57% meminta klarifikasi ulang dan konsistensi dalam memberikan laporan berkelanjutan. Terkait dengan laporan yang tidak dilengkapi dengan data data pendukung ini akan sangat merugikan perusahaan di mata investor.
Untuk mengetahui kasus apa saja yang dapat menyebabkan adanya Resiko Reputasi (Reputation Risk), silakan ikuti video dengan judul terkait.
Responses