Communication Evolution: 10 Research Findings
Artikel dengan judul Communication Evolution ini merupakan kelanjutan dari artikel sebelumnya yang lebih memberikan gambaran secara terperinci dari hasil temuan yang team Edelman (2022). Pemimpin komunikasi telah membangun fungsi dan kemampuan baru yang menavigasi perubahan dalam cara kita menerima informasi, memasarkan dan mempromosikan produk dan jasa, membangun merek dan reputasi perusahaan. Langkah strategis yang dilakukan yaitu menempatkan komunikasi di pusat strategi organisasi. Berikut ini 10 temuan riset yang menggambarkan evolusi komunikasi:
- The role of communications has become more materially important to CEOs, Board, and the C-suite.
Komunikasi menjadi sangat strategis untuk bisnis. Ditemukan bahwa lebih banyak pelaporan dan lebih aktif bekerjasama dengan CEO-nya dibandingkan tahun-tahun lalu. Di tahun 2014 sebanyak 34% melaporkan kepada CEO, naik menjadi 46%. Ada peningkatan persepsi bahwa komunikasi sebagai penggerak bisnis (77%) di tahun 2022. Persepsi ini berbeda tergantung dari industri dan kematangan organisasi. - The modern corporate communications functions is agile, multidisciplinary and insight-driven.
CCO melihat organisasi mereka beralih dari keahlian yang berfokus pada satu aspek komunikasi, ke fungsi multi-disiplin untuk saling melengkapi, dapat ditindaklanjuti, dengan hasil yang terukur. Sebanyak 89% CCO menyatakan ‘fungsi organisasi’ – sebagai investasi internal untuk masa mendatang. Aspek kreatif dan digital menjadi inti dari fungsi komunikasi. Diakui, bahwa dalam prakteknya, kerjasama multi-disiplin ini sering menimbulkan hambatan dalam pembentukan, kepemimpinan dan pengelolaannya. - Communications technology is already ushering in a new era, and communicators can use it to deliver quantifiable value to the business.
Teknologi komunikasi telah memasuki era baru. Sebanyak 70% perusahaan telekomunikasi melaporkan teknologi komunikasi sebagai investasi teratas untuk tahun-tahun mendatang. Sebanyak 56% melaporkan adanya peningkatan penggunaan teknologi komunikasi. Meskipun demikian, sebanyak 58% dari responden yang menyatakan sulit untuk melakukan investasi di bidang teknologi ini – dan 30% dari CCOs menyatakan hal ini bukan merupakan prioritas utama bagi CEO. - An increased focus on the workplace, workforce and well being of employees is not a pandemic pad.
Keterlibatan karyawan dan persaingan untuk mendapatkan tenaga kerja berbakat diakui penting bagi kinerja bisnis, perusahaan melaporkan adanya peningkatan investasi dalam sistem dan program keterlibatan karyawan. Sebanyak 62% perusahaan menyatakan adanya peningkatan fokus untuk komunikasi karyawan. Dan sebanyak 54% menempatkan komunikasi karyawan dalam lima bidang teratas investasi bakat, sementara sebanyak 38% melaporkan bahwa pertimbangan bakat telah mengubah agenda komunikasi mereka. - Expectation around social issues have shifted the agenda – and there is no turning back.
Sejumlah 73% melaporkan bahwa isu sosial telah mengubah agenda komunikasi mereka dan sebanyak 51% melaporkan adanya perubahan kepentingan prioritas komunikasi yang sesuai dengan situasi sekarang. - A modern organizational structure only gets you so far.
Struktur komunikasi perusahaan terus berubah. Struktur biasanya dimulai dengan satu atau tiga kerangka dasar, terpusat, ter-desentralisasi, dan matriks. Semuanya harus mendukung strategi bisnis. 43% komunikator melaporkan berada dalam struktur terpusat yang memberikan kesadaran dan akses yang lebih besar ke strategi bisnis dan peningkatan relevansi di seluruh saluran komunikasinya. Sebanyak 26% memimpin dalam fungsi matriks dan 31% memimpin fungsi desentralisasi dengan para pemimpin bisnis yang dapat lebih banyak memberikan bukti keberhasilan dari pekerjaan mereka. - Communicators are increasingly acting as change agents, enabling ongoing transformation.
Dilaporkan bahwa 9 dari 10 organisasi sedang dalam proses transformasi tetapi lebih dari tiga per empatnya gagal. Komunikasi perusahaan semakin dituntut untuk memainkan peran utama dalam transformasi organisasi. Peran ini tidak lagi terbatas pada komunikasi karyawan dan manajemen reputasi, tetapi sekarang mencakup strategi tentang cara melibatkan dan mendorong perubahan pola pikir dan perilaku di internal dan eksternal – dari tempat kerja hingga pasar. 77% perusahaan melaporkan bahwa transformasi bisnis telah memengaruhi agenda komunikasi mereka dan melaporkan peningkatan fokus pada upaya transformasi bisnis (51%). - The line between communication and marketing continue to blur, creating new challenges and opportunities.
Karena garis pemisah antara merek produk dan merek perusahaan menjadi kabur di mata para pemangku kepentingan, para pemimpin perusahaan merasa tertekan untuk mengambil sikap terhadap berbagai isu sosial yang mengatas namakan perusahaan yang lebih luas. 65% dari CCO menempatkan komunikasi pemasaran sebagai investasi dengan mitra agensi. 45% melibatkan iklan, 12% anggaran dialokasikan untuk kemampuan digital, seperti SEO, iklan berbayar. Hal ini mengakibatkan terjadinya ketegangan dalam kelanjutan kepemilikan antara pemasaran dan komunikasi. Sebanyak 42% melaporkan adanya tantangan dalam berkolaborasi dengan fungsi pemasaran dan penjualan. - In an increasingly complex and activist multi-stakeholder universe, the corporate brand matters now more than ever.
Menentukan platform tidak hanya mengartikulasikan apa yang Anda perjuangkan, tetapi lebih penting adalah mendorong keterlibatan seluruh dunia. 63% CCO mengatakan bahwa ‘merek dan identitas perusahaan’ adalah sesuatu yang menjadi tanggung jawab tim mereka saat ini. 51% menilai posisi perusahaan sebagai lima area teratas yang paling penting secara strategis. 44% menilai posisi perusahaan sebagai area teratas yang mereka harapkan akan mendapat dukungan agensi. - While the importance of the communication function is increasing, resources to deliver are lagging.
Meskipun cakupan tanggung jawab lebih luas dan harapan lebih tinggi, kurang dari satu dari sepuluh CCO mengantisipasi peningkatan anggaran lebih dari 15% tahun ini. Bahkan, hampir setengah dari mereka memperkirakan anggaran akan tetap sama atau menurun dalam beberapa tahun mendatang. Tugas CCO yang telah berkembang, dan serangkaian kemampuan yang diperluas untuk memberikan nilai yang terukur bagi mereka, seringkali menghadapi kekurangan dana. 30% lebih banyak tanggung jawab fungsional telah diberikan kepada CCO yang dipandang sebagai mitra bisnis strategis, namun pada faktanya hanya 6% yang mengantisipasi peningkatan anggaran sebesar 15%, sementara sebanyak 45% mengantisipasi penurunan anggaran atau tidak ada perubahan.
Demikian 10 kesimpulan temuan riset dari Edelman (2022) yang menggambarkan evolusi dalam bidang komunikasi yang perlu diketahui oleh mereka yang berprofesi dałam bidang ini. Semoga artikel ini dapat menjadi inspirasi buat peningkatan karier Anda selanjutnya.
Responses